Dikala Si Bejo Pecundangi Si Pintar

Editor by Manoby
1

Baca Juga

 


Di manakah posisi kita saat ini?. Berhentilah meratapi keadaan kita yang sekarang. Pintar dan Bejo atau sebaliknnya bahkan tidak keduanya?. Yo wis Ini hanya sebuah refleksi dari semua retorika dan dinamika kehidupan. 

Semua pilihan dan keputusan ada di tangan kita untuk merubahnya. Dan satu hal lagi jangan melupakan selalu berdoa dengan penuh keyakinan.

Yang menjadi orang pintar jangan lama-lama jadi orang pintar. Jadilah orang bodoh yang pintar, daripada jadi orang pintar yang bodoh. Kata kuncinya adalah 'risiko' dan 'berusaha'. Karena orang bodoh berpikir pendek, maka dia bilang risikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.

Sementara orang pintar berpikir panjang, maka dia bilang risikonya besar, selanjutnya dia tidak berusaha mengambil risiko tersebut,

Namun sorak sorai orang pintar sama sekali tak menciutkan nyali orang Bejo yang siap melancarkan serangan balasan. Bisa jadi pada akhirnya orang pintar akan jadi asisten orang Bejo.

Bila diibaratkan orang pintar memulai dengan perkataan, “Hidup ini bagaikan lotre. Yang bisa kita lakukan cuma berusaha dan terpaksa gagal agi kalau yang kita dapat adalah ‘coba lagi’.

Lalu pertanyaannya, apakah kita benar-benar mau coba lagi setelah mendapat ‘coba lagi’? tidak perlu menjawab pertanyaan ini jika anda termasuk orang Bejo. Karena Orang Bejo, tidak pernah mendapat ‘coba lagi’ dari lotre itu.”

Tags:

Posting Komentar

1Komentar

Posting Komentar